![]() Bizuraiku March 4th Female Bogor Takut gelap Penghayal Penipu pemalu kembara konvensional aneh gila kesukaan binatang buaya menyanyikan laguku pejalan laut gunung savana dan ngarai kolosal film, cowboy, indian, kartun, Pemuja keindahan Menginginkan kecintaan tak terbatas
|
|
Si Angin gerhana melahirkan aku kata Tuhan.... aku LASKAR ANGIN tanpa ayah ibu (hidupku tak sempurna)
Parang Karat
hei..rantink.... kau lempar kemana parank karatku? HAH!! bisa-bisa aku mati ditangannya, jauh sebelum kuracun ia. "panggung kematian" Dinda Pole
Racun Nikmat
(subuh sudah datang...) terhuyung... Dinda Pole
Pentas Kematian AArrghhh........" kemarin subuh aku diracun si parank. (mati aku, aku mati, matilah aku) .....and
SIal...... AARGGHHH.....BEDEBAH!!! SIAL....
Arrghh.....
kau sembunyikan dimana kapak setanku, hah!!
hilang di buritan, aku ta' bisa berperang.....Aaarrrgghh.... (rindu cinta pesakitan)
memburu rindu (landungku) aku mahu telanjang di hadapmu tanpa malu tanpa nafsu layaknya awan, angin hujan aku datang menjemputmu setuju... peluk aku!! Pole Jakarta, 6 Juni 2008
Masa Mendapati awan angin hujan bukan tak mungkin bisa lagi ku jamah Aku melayang pada masa Aku lari meninggalkan mu sendiri (pada musim lalu) kau mencariku? namun diterbangkan menguap ke angkasa Masa kini Tak tertemukan lagi Menyedihkan Enam masa yang tak ternilai tanpa kata Tanpa segala jadi arti buat berdua Yang selalu dipertanyakan Mengapa...lalu Mengapa.... tak menemukan jawabnya Aku sepi lalu mati hilang di telah masa Waktu merampas keinginan Kenangan tak bisa lekang rindu pada lagu ini Tentang syair yang tak bisa kunyanyikan hari yang tak bisa kulalui tubuh yang tak mungkin kusentuh Aku lari Membawa sakit tak tertahan Aku pergi menyeret keinginan tak terbendung Aku ingin dengan jawaban tak mungkin Menyedihkan Mengerikan Kamar ibu, 00.27 wib Pole 26 April 08 (Lelangu Ekalos)
menjadi bili
Pemabuk ....... akulah si penipu itu perempuan patah hati bermusim-musim lamanya dan aku ingin mabuk semabuk mabuknya tak terbangunkan masa nikmat dan sakitnya
Februari 2006, 10. hingga subuh Dindapole
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||